Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2009

Surat cinta sang calon istri

Sebuah artikel yang kudapatkan juga didunia maya:

Calon suamiku yg kukasihi tiada pernah aku bermimpi engkau akan menyatakan niatmu untuk menikahi tahun depan, saat itu hatiku tiba-tiba gelisah, aku panik bercampur bahaggia rasanya aku tak sabar menunggu saat-saat yang paling bersejarah dalam hidupku itu?bergitu bahagianya hatiku, ingin aku berbagi rasa dengan para sahabatku, lalu dengan bangganya aku menceritakan tentang dirimu yang sangat mencintai Alloh kepada sahabat-sahabatku?alangkah terkejutnya aku mendengar perkataan mereka tentang dirimu, beberapa sahabat wanitaku bertanya padaku ?apa loe serius mau nikah sama cowo yg sok alim?...loe tau kan cowo yg sok alim itu pasti ngekang istrinya gak boleh keluar rumah, gak boleh kerja, malahan ada yg suruh istrinya pake cadar, ih gw seh ogah!!!?, dan salah satu sahabat lelakiku mengatakan ?serius loe mau nikah secepet itu, loe kan belum pernah liat orangnnya, mending PACARAN dulu 2 ato 3 thn buat saling kenal?kalo gw seh sebagai seorang modern, realistis dan open minded gak mau nikah cepet-cepet, dan nantinya gw bakal kasih kebebasan buat istri gw, kan wanita berhak bebas juga??kata-kata itu bagai petir menyambar hatiku, aku tak menyangka sahabat-sahabat yg selama ini sangat dekat denganku ternyata menganut faham kebebasan dan faham modernisasi?sesaat niatku untuk menikahimu karena mencari Ridha Alloh pun menghilang, syukurlah aku tersadar dan kupanjatkan do?a dengan sungguh-sungguh kepada sang Illahi agar Ia memberikan Petunjuk-Nya kepadaku?SubhanAlloh niatku yg telah memudar kembali jernih sejernih air zam-zam, tiada ada kebimbangan dan keragu-raguan dalam hatiku?Kini jika kelak aku menjadi istrimu dapat kuyakinkan padamu bahwa:

Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpasung jika kelak engkau memerintahkanku untuk berhenti bekerja?aku merasa bahwa perintahmu itu adalah karena engkau terlalu mencintaiku, sehingga engkau sama sekali tidak rela melihatku bekerja keras demi mencari kekayaan dunia? Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpenggal jika kelak engkau memaksaku menutup auratku atau bahkan memaksaku mengenakan cadar sekalipun?aku merasa bahwa paksaanmu itu adalah karena engkau begitu mencemburuiku, sehingga engkau tidak akan pernah ikhlas jika lelaki lain memandangi tubuhku dengan tatapan nafsu?

Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terbelenggu jika kelak engkau tidak memperbolehkanku mempekerjakan pembantu dalam rumah tangga kita?aku merasa laranganmu itu adalah karena engkau sangat menyayangiku, sehingga engkau tidak ingin aku menyesal dikemudian hari karena aku tidak bisa melihat anak-anak kita tumbuh dalam asuhanku?

Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terhalang jika kelak engkau melarangku untuk bebas keluar rumah tanpa seizinmu?aku merasa aturanmu itu adalah karena engkau sangat merindukan dan mengkhawatirkanku, sehingga engkau akan merasa gelisah jika aku tidak berada dirumah?

Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terinjak-injak jika kelak engkau membatasi pergaulanku?aku merasa perlakuanmu itu adalah karena engkau terlalu mengasihiku, sehingga engkau tidak ingin melihatku terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang akan mengantarku memasuki pintu neraka?

Yaa?aku akan sangat berterima kasih jika kelak engkau membatasi kebebasanku bukan karena ego-mu, tetapi karena engkau sangat memahami kewajiban dan tanggung jawab yang telah Alloh berikan kepadamu sebagai seorang suami?

Aku heran dengan para istri yg menyerukan kebebasan, sungguh sangat bodoh jika seorang istri merasa bahagia saat sang suami membebaskan cara berpakaian istrinya, tahukah sang istri bahwa perlakuannya itu pertanda sang suami tidak memiliki rasa cemburu kepadanya sekalipun banyak mata lelaki buaya yg menikmati kemolekan tubuh istrinya?Dan aku heran dengan para suami yg memperbolehkan istrinya untuk keluar rumah dengan bebas, lalu saat sang suami pulang kerja didapatinya rumah berantakan dan tidak ada makan malam untuknya karena sang istri terlalu sibuk bekerja atau bergosip dengan tetangganya?Duhai calon suamiku, saat aku telah menjadi istrimu gunakanlah hakmu sebagai seorang suami untuk membimbingku, agar aku tidak akan pernah terperosok ke dalam faham kebebasan yg penuh dengan tipu daya?

Namun saat melihat kenyataannya bahwa begitu banyak rumah tangga yg awalnya saling mencintai, harmonis, dan bahagia tapi tak lama berselang rumah tangga tersebut hancur tak bersisa dan tidak sedikit pula suami-istri yang saling menyakiti baik fisik maupun mental?Aku tak bermaksud untuk meragukanmu wahai calon suamiku, aku yakin suami yg bertakwa kepada Alloh pasti akan memperlakukan istrinya dengan baik.?Tapi sebelum aku memasuki kehidupan baru denganmu, izinkanlah aku mengajukan beberapa pormohonan padamu agar engkau dapat memahami isi hatiku sebagai seorang wanita dan seorang istri?

Duhai calon suamiku?aku bukanlah robot yg tidak akan pernah merasakan letih, kelak bantulah aku dalam mengatur rumah tangga kita, jangan kau limpahkan semua urusan rumah tangga hanya padaku tanpa mau memperdulikan dan mengerti keletihanku?
Duhai calon suamiku?aku bukanlah mahkluk bisu tempat engkau memuaskan nafsumu, kelah janganlah engkau mencumbuiku dengan cara yang kasar dan dingin, cumbuilah aku dengan lembut dan penuh kasih sayang?
Duhai calon suamiku?aku bukanlah patung tak berperasaan, kelak setialah padaku, sayangilah aku, dan hormatilah aku layaknya ratu dalam hatimu?

Duhai calon suamiku?sungguh yang kuharapkan hanyalah kebahagiannya dalam rumah tangga kita, yang kuinginkan adalah ridha dari dirimu, yang kudambakan hanyalah genggaman tanganmu yang akan membawaku ke surga dunia dan akhirat?Untuk itu ajaklah aku untuk menyelammi kehidupan yang paling berbahagia, mari kita saling mengerti, memahami, dan mengasihi selayaknya dua insan yang raga dan jiwanya telah saling menyatu?oh sungguh bahagianya aku jika memiliki suami yang akan mengajariku dengan cinta dan membimbingku dengan kasih?SubhanAlloh?

Duhai calon suamiku?sebelumnya aku ingin berterima kasih padamu karena kelak engkaulah yang akan membawaku memasuki surga yang tiada akan pernah terbayangkan indahnya, engkaulah yang akan menuntunku mencapai Ridha Illahi, engkaulah yang akan menjagaku dalam mengarungi lautan hidup, engkaulah yang akan menjadi sandaran saat ragaku letih dan bersedih, engkaulah yang akan membantuku untuk menjadi seorang ibu yang paling berbahagia, engkaulah yang akan menemaniku disaat usiaku telah senja, dan engkaulah yang akan menjadi tempat untuk aku mencurahkan seluruh perasaan hatiku?Sungguh aku akan menjadi istri yg paling berbahagia jika memiliki suami yg menyayangi dan mencintaiku karena Allad dan semoga itu adalah dirimu?
Calon suamiku sekian surat cinta untukmu yang kutulis penuh dengan kasih dan harapan?Semoga Alloh selalu Meridhai dan Memberkahi rumah tangga kita nanti dengan kebahagiaan yg tiada akan pernah berakhir?Amiieen?

Wassalamu'alaikum WR WB

By : Ukhti D



http://tentang-pernikahan.com/article/articleindex.php?aid=916

Sabtu, 20 Juni 2009

Tangisan pertama dan terakhir

Tak kala pertama kali kepala sang bayi keluar dari rahim ibunya, maka yang ditunggu-tunggu pertama kali ibu, bidan dan juga ayahnya adalah tangisan dan jeritannya pertama kali. huaaaaaaaaaaa, oek, oek,oeeeeeeeeeekkk.. dan tangisan itu pecah memenuhi ruangan.
Rasa syukur tak terlukiskan setelah mengetahui anaknya selamat, sehat juga lengkap secara lahir dan batin.
Begitupun dengan keadan ibunya, itulah tangisan pertama yang meledak dari seorang bayi.
Selanjutnya diiringi dengan senyuman-senyuman bahagia dari keluarga, saudara-saudara dan tetangga menyambut kehadiran malaikat kecil itu.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun dan si bayi kecil bertumbuh batita, balita anak ingusan, anak iler-an, anak bau kencur, remaja dan akhirnya tumbuh dewasa. Selama pertumbuhan itu, dangat banyak airmata yang telah tumpah baik dari dirinya maupun orangtuanya (wallahu'alam)


Sampai ia berada disuatu keadaan dimana, akhirnya dia bertemu dengan salah satu dari 10 malaikat yang namanya wajib kita ketahui yaitu malaikat israil, sang pencabut nyawa.
Entah bagaimana akhirnya su'ul khotimah atau husnul khotimah. (Tinggal Anda yang memilih caranya)

Saat jasad itu diusung untuk dimakamkan maka tangis dari orang-orang yang pernah tertawa saat kelahirannya dan orang-orang yang hadir didalam hidupnya pun pecah, seraya mengucapkan kata inalilahi wainailaihi rojiun, mereka melepas kepergiannya dari dunia ini. Dan itulah tangisan terakhir yang didengarnya didunia ini.

Teman, mungkin cerita ini dialami dan akan doalami oleh semua orang diawal dan diakhir hidupnya kelak.
Namun, inginkah kamu?
Saat kita hadir didunia ini dalam keadaan menangis, maka mereka tersenyum bahagia menyambutnya.
Dan saat kita pergi dari dunia ini dengan tersenyum bahagia, maka diiringi oleh tangisan mereka melepas kita.

Aku ingnkan itu, bukan mendengar tangisan mereka tapi aku ingin memiliki hati mereka.
Memiliki nilai disaat aku pergi, nilai manfaat dan nilai kepemilikian yang besar.

Semua bisa memilih bagaimana akhir hidupnya, yaitu dengan cara melakukan yang terbaik saat hidupnya kini.
Wallahu'alam bagaimana dengan akhir hidupku nanti?atau akhir hidupmu?

Semoga kita dapat terus berada dalam koridor-Nya.
Amin


Nb: Sesungguhnya yang paling dekat dengan manusia didalam hidupnya adalah kematian.

Wallahu'alam bishowab

Jakarta, 010108 (Dibawah gemerlapnya bintang nan mempesona)

Tanda-tanda Husnul Khatimah

Setiap hamba Allah yang berjalan diatas manhajnya yang lurus yang berusaha meneladani kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya ajmain tentu sangat mengharapkan akhir kesudahan yang baik. Allah telah menetapkan tanda-tandanya dintara tanda-tanda husnul khatimah itu
adalah:

Pertama,mengucapkan kalimah syahadat ketika wafat

Rasulullah bersabda :"barangsiapa yang pada akhir kalimatnya mengucapkan "La ilaaha illallah" maka ia dimasukkan kedalam surga" (HR. Hakim)

kedua, ketika wafat dahinya berkeringat

Ini berdasarkan hadits dari Buraidah Ibnul Khasib adalah Buraidah dahulu ketika di Khurasan, menengok saudaranya yang tengah sakit, namun didapatinya ia telah wafat, dan terlihat pada jidatnya berkeringat, kemudian ia berkata,"Allahu Akbar, sungguh aku telah mendengar Rasulullah bersabda: Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat dahinya" (HR. Ahmad, AN-Nasai, at-Tirmidzi, Ibnu MAjah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas'ud)

ketiga, wafat pada malam jum'at

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah "Tidaklah seorang muslim yang wafat pada hari jum'at atau pada malam jum'at kecuali pastilah Allah menghindarkannya dari siksa kubur" (HR. Ahmad)

keempat, mati syahid dalam medan perang
Mengenai hal ini Allah berfirman:

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhan-Nya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahal orang-orang yang beriman" (Ali Imraan:169-171) Adapun hadits-hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang berkenaan dengan masalah ini sangat banyak dijumpai diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Rasulullah bersabda:

"Bagi orang yang mati syahid ada 6 keistimewaan yaitu:
diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya mengucur, melihat tempatnya didalam surga, dilindungi dari adzab kubur, dan terjamin keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman, dikawinkan dengan bidadari, dan diperkenankan memeberikan syafa'at bagi 70 orang kerabatnya" (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad) 2. Seorang sahabat Rasulullah
berkata: "Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata: Wahai Rasulullah mengapa orang mukmin mengalami fitnah dikuburan mereka kecuali yang mati syahid? beliau menjawab: Cukuplah ia menghadapi gemerlapnya pedang diatas kepalanya sebagai fitnah"
(HR. an-Nasai)

catatan:

Dapatlah memperoleh mati syahid asalkan permintaannya benar-benar muncul dari lubuk hati dan penuh dengan keikhlasan, kendatipu ia tidak mendapatkan kesempatan mati syahid dalam peperangan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: "Barang siapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan menyampaikannya derajat para syuhada sekalipun ia mati diatas ranjangnya"(HR. Imam Muslim dan
al-Baihaqi)

kelima, mati dalam peperangan fisabilillah Ada dua hadist Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:

1. Rasulullah bersabda:"Apa yang kalian katagorikan sebagai orang yang mati syahid diantara kalian? mereka menjawab :Wahai Rasulullah yang kami anggap sebagai orang yang mati syahid adalah siapa sja yang mati terbunuh dijalan Allah. Beliau bersabda:Kalau begitu ummatku yang mati syahid sangatlah sedikit. Para sahabat kembali bertanya: Kalau begitu siapa sajakah dari mereka yang mati syahid wahai Rasulullah? beliau menjawab: Barangsiapa yang terbunuh dijalan Allah, yang mati sedang berjuang dijalan Allah, dan yang mati karena penyakit kolera, yang mati karena penyakit perut (yakni disebabkan penyakit yang menyerang perut seperti busung lapar, diare atau sejenisnya) maka dialah syahid dan orang-orang yang mati tenggelam dialah syahid "(HR. Muslim, Ahmad, dan al-Baihaqi)

2. Rasulullah bersabda: Siapa saja yang keluar dijalan Allah lalu mati atau terbunuh maka ia adalah mati syahid. Atau yang dibanting oleh kuda atau untanya lalu mati atau digigit binatang beracun atau mati diatas ranjangnya dengan kematian apapun yang dikehendaki Allah, maka ia pun syahid dan baginya surga" (HR. Abu Daud,al-Hakim, dan al-Baihaqi)

keenam , mati disebabkan penyakit kolera.

Tentang ini banyak hadits Rasulullah meriwayatkannya diantaranya sebagai berikut:

1. Dari Hafshah binti Sirin bahwa Anas bin MAlik berkata:"Bagaimana Yahya bin Umrah mati? Aku jawab: "Karena terserang penyakit kolera" ia berkata:Rasulullah telah bersabda: penyakit kolera adalah penyebab mati syahid bagi setiap muslim" (HR. Bukhari, ath-Thayalusi dan Ahmad)

2. Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang penyakit kolera. Lalu beliau menjawab;"Adalah dahulunya penyakit kolera merupakan adzab yang Allah timpakan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya kemudia Dia jadikan sebagai rahmat bagi kaum mukmin. Maka tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah kolera lalu ia menetap dikampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah tetapkan baginya pahala orang yang mati syahid"(HR. Bukhari, al-Baihaqi dan Ahmad)

kedelapan, mati karena tenggelam.

kesembilan, mati karena tertimpa reruntuhan/tanah longsor.

Dalil dari 2 point diatas adalah berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: "Para syuhada itu ada lima; orang yang mati karena wabah kolera, karena sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan syahid berperang dijalan Allah" (HR.Imam Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan Ahmad)

kesepuluh, perempuan yang meninggal karena melahirkan.

Ini berdasarkan hadits yang diberitakan dari Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menjenguk Abdullah bin Rawahah yang tidak bisa beranjak dari pembaringannya, kemudian beliau bertanya : "Tahukah kalian siapa syuhada dari ummatku? orang-orang yang ada menjawab:Muslim yang mati terbunuh" beliau bersabda:Kalau hanya itu para syuhada dari ummatku hanya sedikit. Muslim yang mati terbunuh adalah syahid, dan mati karena penyakit kolera adalah syahid, begitu pula perempuan yang mati karena bersalin adalah syahid (anaknya yang akan menariknya dengan tali pusarnya kesurga)" (HR. Ahmad, Darimi, dan ath-Thayalusi) menurut Imam Ahmad ada periwayatan seperti itu melalui jalur sanad lain dalam Musnad-nya.

kesebelas, mati terbakar.

keduabelas, mati karena penyakit busung perut.

Tentang kedua hal ini banyak sekali riwayat, dan yang paling masyhur adalah dari Jabir bin Atik secara
marfu': "Para syuhada ada 7: mati terbunuh dijalan Allah, karena penyakit kolera adalah syahid,mati tenggelam adalah syahid,karena busung lapar adalah syahid, karena penyakit perut keracunan adalah syahid,karena terbakar adalah syahid, dan yang mati karena tertimpa reruntuhan(bangunan atau tanah
longsor) adalah syahid, serta wanita yang mati pada saat mengandung adalah syahid" (HR. Imam Malik, Abu Daud, An-Nasa'i, Ibnu MAjah dan Ahmad)

Ketigabelas, mati karena penyakit Tubercolosis (TBC).
Ini berdasarakan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: "Mati dijalan Allah adalah syahid, dan perempuan yang mati ketika tengah melahirkan adalah syahid, mati karena terbakar adalah syahid, mati karena tenggelam adalah syahid, mati karena penyakit TBC adalah syahid, dan mati karena penyakit perut adalah
syahid"(HR.Thabrani)

keempatbelas, mati karena mempertahankan harta dari perampok.
Dalam hal ini banyak sekali haditsnya, diantaranya sebagai berikut:

1. "Barangsiapa yang mati karena mempertahankan hartanya (dalam riwayat lain; Barang siapa menuntut hartanya yang dirampas lalu ia terbunuh) adalah syahid" (HR. Bukhari, Muslim, Abu DAud, an-Nasa'i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

2. Abu Hurairah berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi seraya berkata: "Ya, Rasulullah, beritahukanlah kepadaku bagaimana bila ada seseorang yang datang dan akan merampas hartaku" beliau menjawab: 'jangan engkau berikan' Ia bertanya; bagaimana kalau ia membunuhku?
beliau menjawab; Engkau mati syahid. Orang itu bertanya kembali,Bagaimana kalau aku yang membunuhnya?
beliau menjawab; ia masuk neraka"(HR. Imam Muslim, an-Nasa'i dan Ahmad)

3. Mukhariq berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata :

"ada seorang laki-laki hendak merampas hartaku, beliau bersabda: Ingatkan dia akan Allah. Orang itu bertanya: bila tetap saja tak mau berdzikir? beliau menjawab:
Mintalah tolong orang disekitarmu dalam mengatasinya.Orang itu bertanya lagi : Bila tidak saya dapati disekitarku seorangpun? Beliau menjawab:Serahkan dan minta tolonglah kepada penguasa.Ia bertanya: Bila penguasa itu jauh tempatnya dariku? beliau bersabda: berkelahilah dalam membela hartamu hingga kau mati dan menjadi syahid atau mencegah hartamu dirampas" (HR. An-Nasa'i, dan Ahmad)

kelima belas dan keenam belas, mati dalam membela agama dan jiwa.
Dalam hal ini ada dua riwayat hadits sebagai berikut:

1.""Barangsiapa mati terbunuh dalam membela hartanya maka ia mati syahid, dan siapa saja yang mati dalam membela keluarganya maka ia mati syahid, dan barang siapa yang mati dlam rangka membela agama(keyakinannya) maka ia mati syahid, dan siapa saja yang mati mempertahankan darah (jiwanya) maka ia syahid" (HR. Abu Daud, an-Nasa'i, at-tirmidzi, dan Ahmad)

2. "Barangsiapa mati dalam rangka menuntut haknya maka ia mati syahid" (HR. An-Nasa'i)

ketujuhbelas, mati dalam berjaga-jaga (waspada) dijalan Allah.
Dalam hal ini ada dua hadits dari Rasulullah shalallahu alaihi wasslam :

1."Berjaga-jaga (waspada) dijalan Allah sehari semalam adalah lebih baik daripada berpuasa selama sebulan dengan mendirikan (shalat) pada malam harinya. Apabila ia mati, maka mengalirkan pahala amalannya yang dahulu dilakukannya dan juga rezekinya serta aman dari siksa kubur(fitnah kubur)" (HR. Imam Muslim, an-Nasa'i, Tirmidzi, Hakim dan Ahmad)

2. "setiap orang yang meninggal akan disudahi amalannya kecuali orang yang mati dalam berjaga-jaga dijalan Alllah, maka amalannya dikembangkan hingga tiba hari kiamat nanti serta terjaga dari fitnah kubur" (HR. ABu Daud, Tirmidzi, Hakim, dan Ahmad)

kedelapan belas, orang yang meninggal pada saat mengerjakan amal shaleh.
Ini berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: "Barangsiapa mengucapkan 'laa ilaaha illallah' dengan berharap akan keridhaan Allah, dan diakhir hidupnya mengucapkannya, maka ia akan masuk surga. Dan, barangsiapa yang berpuasa sehari mengharap keridhaan Allah kemudian mengakhiri hidupnya dengannya (puasa), maka ia masuk surga. Dan barangsiapa bersedekah mencari ridha Allah dan menyudahinya dengan (sedekah) maka ia akan masuk surga" (HR. Ahmad)

tammat walhamdulillahi rabbil alamiin. Mudah-mudahan Allah menjadikan akhir hidup kita husnul khatimah dan memasukkannya dalam golongan orang-orang yang mati syahid amin.



http://www.bengkelrohani.com/articles.php?lng=in&pg=271

Jumat, 05 Juni 2009

Apa lagi?

Sesaat kuterdiam dan merenung, apakah gerangan yang membuat hatiku tidak puas dan merasa belum sempurna? Apa yang membuatku selalu merasa berbuat tidak maksimal karena tingkah dan perbuatanku sendiri?

Kupahami lagi bagaimana Allah SWT memerintahkanku untuk hidup, tumbuh besar dan berada ditengah-tengah keluarga ini?
Dengan begitu bayak kekurangan, namun segera kau beristighfar dengan fikiranku ini.

Astaghfirulah, maafkan aku ya Allah, aku terlalu picik berpikir seperti itu, serta kufur atas segala nikmat yang telah KAU berikan untukku.

Apa yang kurang dari hidupku? Aku punya orang tua yang begitu menyayangi juga mencintaiku apa adanya, yang hidup rukun juga saling cinta mencintai. dan tanpa henti mencurahkan apa yang dimilkinya pada kedua anaknya ini, walau kami belum banyak membahagiakan mereka.
aku juga punya seorang kakak yang walau terkadang nyebelin, tapi aku yakin dia lebih banyak punya sisi baiknya daripada yang aku sebelin selama ini, dan aku sayang dia.

Aku juga punya rumah yang nyaman juga layak untuk dihuni dengan penuh cinta serta do'a didalamnya.
Aku juga punya saudara-saudara dalam dakwah yang begitu semangat juga mau menerimaku dan membantuku dalam tiap perjalanan dakwahku.

aku juga punya guru-guru kehidupan yang tiada henti memberikan pengajarannya padaku, motivasi dan semangat yang tiada henti.

Juga hidup dan kehidupan yang walau tak seluas orang lain, namun aku bahagia dengan semua itu.


Lantas apa lagi yang harus aku keluhkan?

Hidupku?
Atau sikapku yang tak kunjung dapat semakin baik?bahkan menurun saat aku pernah berada dalam puncak semangat hidupku untuk bersaing, meraih bahkan mengalahkan orang lain.

Akulah yang harus merubah hidup dan kehidupanku.

Akulah yang harus merubah pikiran dan pemikiranku.

Akulah yang harus mengeraskan tekad dan ambisiku.

Akulah yang dapat melembutkan dan memperhalus perasaanku.

Akulah yang harus berusaha.

Membangun keluarga, juga mimpi-mimpiku.

Dan akhirnya aku mau nanti mati bukan dalam keadaan diam tersia-siakan tanpa memiliki manfaat bagi hidup dan kehidupan ini.

Ada kata-kata yang bagai membuatku malu dengan keadaan dan pikiranku saat ini. yaitu kata-kata dari seorang motivator hebat dengan semangat tiada mati dan kurasa semangatnya akan terus berkobar walaupun beliau mati nanti. Ahmad basori sang motivator JOSS (Jujur Optimis Sabar Semangat) yaitu," menjemput tantangan adalah menyegarkan membuat hidup lebih berwarna dan romantikanya akan lebih indah dalam album kenangan hidup kita."

Begitupun dengan ilmu yang kumiliki, karena aku baru belajar sedikit demi sedikit dan tidak fokus dengan apa yang aku kerjakan. karena lebih baik lebih banyak berbuat daripada lebih banyak berfikir apa yang telah diperbuat.

semoga yang lain dapat memiliki cara berfikir dan semangat yang lebh baik dariku, juga aku dapat mengusahakan apa-apa yang dapat aku usahakan secara lebih maksimal. Amin


jakarta, 02 jUNI 2009. 11.54 am

kurindu Dia dan dia:)

Don't Judge Book From the cover

Kupercaya, bahwa Allah SWT menciptakan makhluk-makhlukNya dengan berbagai kelebihan maupun kekurangannya.
Seperti beberapa pengalaman yang kualami dan kurasakan sendiri.
Ramadhan kemarin , tepatnya di sepuluh ramadhan terakhir, seperti biasa aku dan beberapa teman yang lain iktikaf di masjid, walau hanya minimal 1 malam tapi kami coba untuk meresapi kebersamaan kami itu bersama.
Akhirnya kami memutuskan untuk iktikaf di salah satu masjid tersohor di jakarta selatan, yaitu di masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru. Seperti biasa setelah shalat tarawih berjama'ah diselingi dengan materi-materi dan inilah yang kami tunggu-tunggu.
Tepat malam itu, pihak masjid memilih kajian berupa kajian Al-Quran tapi aku lupa tepatnya apa. Tapi bagian yang paling menarik adalah saat ustadz yang dari tadi memandu jama'ah memperkenalkan ustadz tamu. Beliau bernama ustadz Awaludin Batubara yag aku ingat. Beliau adalah salah satu hafidz(Penghafal Al-Quran) yang sudah sangat "ngelotok" hapalannya dan yang lebih istimewanya lagi, beliau adalah penyandang cacat yaitu tunanetra. Subhanallah!!

Seloroh serta takjub jamaah yang dari tadi berada disana. termasuk aku dan teman-teman yang lainnya. LUAR BIASA!!! ustadz yang pertama BERKATA,
"beliau ini saya sebut sebagai komputer berjalan, lebih tepatnya Al-quran berjalan."
kemudian ustadz tersebut menyediakan 2 buah laptop dengan aplikasi Al-quran tercanggih yang didapatnya dari Timur Tengah disertai dengan suara murattalnya. Dan Ustadz Batubara berada tepat disampingnya.
" Saya akan bertanya kepada Ustad ayat yang berkaitan dengan ini(maaf saya lupa),"
Kemudian sepersekian detik ust. Batubara langsung menjawab dan kemudian memurotalkan ayat tersebut kepada para jama'ah. Jujur dalam sesi 1 jam tersebut sangat kurang bagi saya sementara para jama'ah juga begitu asik menyimak dari Al-qurannya masing-masing. dan ada juga yang bertanya sekedar untuk menguji keshahihan hafalan ust. Batubara dan tak ada yang meleset, SEMUA TEPAT SAUDARA-SAUDARA!!

Aku mengambil sebuah kesimpulan sendiri dari ustadz batubara, mungkin ALLAH sangat sayang kepada beliau, sehingga Allah mejaga beliau dari segala maksiat yang dapat merusak diri beliau. Hmm, amazing!!

banyak kisah lain yang aku alami dari keterbatasan dan kekurangan yang orang lain anggap termasuk aku adalah kelemahan namun justru itu dibalikkan menjadi sebuah prestasi dan kelebihan juga keistimewaan yang dimilik mereka para orang-orang terpilihnya Allah.

Jangan menilai seseorang dari luarnya,namun lihat dulu apa yang terkandung didalamya. Jangan bangga dengan tampak luarnya, karena belum tentu didalamnya indah nan mempesona.
Sebuah pelajaran yang sangat berharga ditengah mutiara hikmah yang sedikit demi sedikit menghilang karena tak mampu menangkapnya. semoga bermanfaat:)

terimakasih buat guru-guru kehidupanku, semoga kudapat terus memetik hikmah dari kehidupan singkat ini.Amin



jakarta, 04 Juni 2009


Sabtu, 18 April 2009

Bersahabat Yang Islami

Bersahabat yang baik dalam islam adalah persahabatan yang dilandasi dengan keimanan kepada Allah untuk menetapi jalan Allah. Maksudnya, dua orang menjalin persahabatan karena mereka sama-sama beriman kepada Allah. Mereka bersahabat karena melihat kawannya itu taat kepada Allah. Lalu mereka berusaha agar persahabatan itu untuk bisa senantiasa meningkatkan ketaatan dan semakin menjauhi maksiat kepada Allah.

Persahabatan yang dilandasi dengan semangat karena Allah ini memiliki keutamaan yang sangat banyak. Di antara riwayat yang menyebutkan keutamaan bersahabat karena Allah adalah;

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ

Sesungguhnya orang mukmin kepada mukmin yang lainnya seperti satu bangunan, sebagiannya akan menguatkan sebagian yang lain. dan Beliau saw menyilangkan jari jemarinya (HR al-Bukhari)

إِنَّ الْمُتَحَابِّينَ لَتُرَى غُرَفُهُمْ فِي الْجَنَّةِ كَالْكَوْكَبِ الطَّالِعِ الشَّرْقِيِّ أَوْ الْغَرْبِيِّ فَيُقَالُ مَنْ هَؤُلَاءِ فَيُقَالُ هَؤُلَاءِ الْمُتَحَابُّونَ فِي الله عَزَّ وَجَلَّ.

Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai akan tampak kamar-kamar mereka di dalam sorga seperti bintang-bintang yang terbit di sebelah timur atau barat, lalu orang-orang bertanya, ”Siapakah mereka itu?”, Pertanyaan itu dijawab, ”Mereka itu adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah” (HR Ahmad)

Agar kita bisa membina persahabatan dengan sesama mukmin dengan baik, rasulullah saw telah mengajarkan beberapa hal, di antaranya;

1- Menunaikan hak-hak persaudaraan dalam masalah harta;


وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ [الحشر: 9].

dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. (al-Hasyr:9)

2- Mengunjunginya karena Allah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله : «مَنْ عَادَ مَرِيضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي الله، نَادَاهُ مُنَادٍ: أَنْ طِبْتَ، وَطَابَ مَمْشَاكَ، وَتَبَوَّأْتَ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا».

Dari Abu Hurairah, berkata; Raslullah saw bersabda, Barangsiapa menengok orang sakit, atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka ia akan dipanggil oleh seorang penyeru, bahwa engkau telah berbuat baik, dan baik perjalananmu, dan engkau telah siapkan tempat tinggal di sorga (HR at-Trirmidzi)

3- Mencintainya seperti mencintai dirinya sendiri

عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ قَالَ: «لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ».

Dari Anas ra, dari Nabi saw bersabda; tidak beriman seorang di antara kalian hingga mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya (HR al-Bukhari)

4- Mendo’akannya, baik ketika masih hidup maupun ketika sudah meninggal.

عن أم الدَّرْدَاءِ قَالَتْ حَدَّثَنِي سَيِّدِي أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ الله يَقُولُ : «مَنْ دَعَا لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِى ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ : آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ».

Dari Ummu ad-Darda’, ia berkata, tuanku pernah menceritakan kepadaku bahwa dia mendengar Rasulullah saw bersabda, barangsiapa berdo’a kepada saudaranya dengan tanpa diketahuinya, maka malaikat yang ditugasi untuk mengabulkan do’a akan berkata, Amin (semoga dikabulkan) dan bagimu yang sepertinya juga (HR Muslim)

5- Memelihara hak-hak umum persaudaraan Islam, seperti yang disebutkan oleh Rasulullah saw

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: قِيلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُولَ الله؟ قَالَ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ الله فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ».

Hak muslim atas muslim ada enam, para shahabat bertanya, Apa saja enam itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab, ”Jika engkau bertemu ucapkanlah salam, dan jika dia mengundangmu, maka datangilah, dan jika ia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah, dan jika ia bersin lalu mengucap alhamdulillah maka do’akanlah, jika dia sakit maka tengoklah, dan jika ia meninggal maka antarkanlah (HR Muslim)

sudahkah kita bersahabat secara islami??


http://www.assalaam.or.id/forum-santri/ijtimaiyah/407-bersahabat-yang-islami.html

Rabu, 04 Maret 2009

Mutiara Hikmah di Senja Hari

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Saudaraku, Sudahkah kita bersyukur dengan mata yang Allah berikan pada kita?

Sudahkah kita bersyukur dengan tangan yag Allah berikan pada kita?

Sudahkah kita bersyukur dengan hidung yang kita miliki?

Sudahkah kita bersyukur dengan kehidupan yang Allah berikan pada kita?

Sore ini, Sepulang kuliah disebuah angkot yang berisikan aku dan hanya supirnya saja. Saat melintasi, sebuah komplek perkantoran dikawasan Fatmawati, jakarta selatan.Naiklah seorang wanita bertubuh gemuk, sama sepertiku. Tapi kulihat dia begitu cantik, aku melihat semua wanita cantik karena pasti didalam diri wanita semunya merupakan kecantikan yang dikaruniakan oleh-Nya. Saat iseng kuperhatikan tanganku yang besar, sedikit puti,namun seperti tak banyak terurus, kumengalihkan pandangan ke wanita itu. kulihat kulit tangannya begitu mulus, kukunya putih terawat, kulit tangannya walau tak putih namun sangat bagus menurutku.
Kualihkan pandanganku lagi ketanganku, didalam hati " Subhanallah, kulitnya mulus banget, kukunya juga terawat beda banget sama tanganku yang ada kapalannya". Kebetulan tangan wanita itu yang sebelah memegang ponselnya sambil ber-SMS, Gak ada yang anehkan?
Tapi, saat kuperhatikan lagi kulit tangan yang sebelah hampir sama dengan kulit tangan dan kuku yang ada ditanganku.Didalam hatipun aku terkejut, seraya beristighfar kepada Allah, mengapa aku tak mensyukuri nikmatnya selama ini??
Astaghfirullah, Tangan yang kulihat begitu indah dan mulus ternyata tangan palsu, dan wanita itu memiliki tangan yang kurang sempurna atau pernah mengalami sebuah peristiwa yang mengakibatkan itu terjadi. Sontak aku langsung memjamkan mataku, mencoba mengambil hikmah dari sedikitkejadian yang kualami selama beberapa menit disenja ini.

Saat wanita itu turun, dari kejauhan kumengucapkan kata "terima kasih,ukhti".Melalui dia kumendapatkan sebuah arti bahwa seperti apapun Allah memberikan kita kehidupan ini, baik fisik kita, kecerdasan kita, dan bahkan orangtua kita.maka inilah yang terbaik yang telah Allah gariskan untuk kita, karena Dialah yang Mahatau, yang Maha Berkehendak. Apa yang kita lihat selama ini baik,maka belum tentu baik pula dimata Allah, dan yang kita lihat selama ini buruk,belum tentu buruk dimata Allah.

Sungguh manusia berada dalam sebuah kerugian,jika tak mampu memetik segala hikmah kehidupan yang Allah SWT serakan dimuka bumi ini sebagai petunjuk Maha Agung-Nya.
Subhanallah..

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Rabu, 04 Februari 2009

Pembersih Jiwa Sejati

Seorang wanita Ghamidiyyah itu mendatangi Rasulullah SAW dan memohon kepada beliau agar dirinya dihukum rajam, karena telah melakukan perzinahan.
"Bersihkan saya" pinta wanita itu pada Rasulullah SAW.

Meski telah mendengar kesaksian para saksi dan cerita mengenai perzinahan itu, Rasulullah SAW tidak langsung memenuhi permintaan itum bahkan menyuruh wanita yang telah hamil itu untuk pulang.
" Pulanglah janin yang ada dalam rahimmu, punya hak untuk dilahirkan".

Dengan rasa sedih dan menyesal, wanita itu pulang dan berniat kembali kepada Rasulullah setelah melahirkan anaknya. Saat- saat yang ditunggu- tunggu itupun datang, wanita itu kembali mendatangi Rasulullah SAW dengan membawa anak yang baru dilahirkannya dan memohon agar ia dihukum rajam. Untuk kedua kalinya Rasulullah menolak permintaannya. Kali ini alasan Rasulullah SAW adalah sang bayi perlu disusui selama dua tahun.

Stelah dua tahun menyusui, barulah Rasulullah memenuhi permohonan wanita tersebut dan segera mempersiapkan prosesi hukuman rajam terhadap wanita yang sungguh- sungguh menginginkan dirinya kembali bersih itu.
Seperti kita ketahui , hukuman rajam bagi pezina yang belum menikah adalah dicambuk sebanyak seratus kali. sedangkan hukum rajam bagi orang yang sudah menikah adalah dengan ditimpuki atau dilempari batu hingga mati. Karena si wanita pezina ini belum menikah, maka dia dikenakan hukuman cambuk sebanyak 100 kali, dan yang bertugas mencambuknya adalah Khalid bin walid.

Prosesi rajam siap dilaksanakan, Khalid pun sudah siap dengan cambuknya. Sementara didepannya, wanita itu dengan ikhlas siap menerima satu per satu cambuk yang akan mendarat ketubhnya. Disekelilingnya, Rasulullah dan para sahabat serta masyarakat muslim lainnya menahan haru menyaksikan detik- detik peristiwa 'penyucian diri' itu.

Darah pun meleleh seketika, dan ayunan cambuk pun terus menerus 'membelai' tubuh wanita itu. Dan saat ayunan cambuk kembali menghujam, cipranat darah mengotori gamis putih Khalid bin walid. Khalid pun marah, tangan besarnyakembali menghujamkan cambuk berkali- kali dan dari mulutnya keluarlah kata- kata serapahan yang menghina wanita itu dengan sebutan 'wanita kotor'. Melihat amarah dan cacian khalid yang menghina si wanita Rasulullah pun berkata pada khalid " Sesungguhnya wanita ini lebih putih hatinya kini daripada gamismu ini wahai khalid bin walid".

Sesudah mendapat rajam dari khalid dan selesai lah prosesi rajam itu, dan wanita itupun ,Meninggal dengan darah yang bersimbah disekujur tubuhnya.maka dia telah terbebas dari siksa akibat perbuatan zinah yang ia lakukan.

Dari cerita wanita pada zaman Rasulullah SAW itu, dapat kita petik sebuah hikmah mengenai kesungguhan seseorang untuk mengakui kesalahannya dan menginginkan dirinya kembali bersih lagi dari dosa zinah yang telah dia perbuat. Wanita itu berani mempertanggungjawabkan dosanya didunia dengan siksaan seperti itu, karena sesungguhnya siksa azab Allah diakhirat kelak lebih pedih daripada siksa yang ada didunia.

Semoga kita (termasuk saya) dapat berani mempertanggungjawabkan apa yang telah kita perbuat, dan lebih berhato- hati lagi dalam menjalani hidup ini. Semoga kisah ini bermanfaat, kesalahan sesungguhnya datang dari saya makhluk-Nya yang kemah, dan seluruh hikmah dan kebenaran datangnya dari Dia yang Maha Agung.

Wassalamu'alaikum. Wr. Wb