Jumat, 05 Juni 2009

apa ini namanya?

Malam itu(Lebih tepatnya pagi karena sudah jam 2) begitu sunyi dan semua terdiam ditempatnya masing-masing. Hanya aku yang masih terjaga malam itu, bukan bermaksud kurang kerjaan karena memang banyak kerjaan yang hampir tak dapat kuselesaikan malam itu, bukan bermaksud kurang kerjaan tapi karena banyak kerjaan yang hampir tidak dapat aku selesaikan malam itu juga.
Sebersit perasaan tiba-tiba hadir dalam hati juga pikiranku malam itu,
" andai ku tak sendirian malam ini, dan andai ada yang mau menemaniku malam ini??".
Sebuah pikiran jail dari orang yang benar-benar kesepian malam itu. Tapi kuhanya dapat tersenyum simpul dan sejenak melupakan pikiran itu dan kemudian kembali tenggelam dalam tugas-tugas yang ada kemudian tidur.

Kemudian lagi perasaan itu muncul saatku memandang langit malam bertaburan bintang, saat kupulang dari kampus yang begitu melelahkan.
"Andai ada yang menjemputku malam ini, juga menungguku dengan serta penuh kehangatan cinta?".
kemudian kubuang jauh-jauh pikiran itu, dasar jail mikirin itu. masih indah kok malam-malam jalan sendirian melihat bintang dilangit jakarta, walau harus benar-benar waspada.

Saat mengadakan rihlah bersama dengan saudara-saudara seperjuanganku disuatu tempat wisata. tiba-tiba mata ini tertutju pada sebuah bangku kosong panjang ,
"Hmm, aku ingin duduk disitu. Tapi dengan siapa yah?".
senyum itu kembali terkembang karena pikiran jailku itu.kubuang pandangan dan kembali berkumpul dengan saudara-saudaraku lagi. Namun ada selaksa gundah dihati ini, hmm tau ka apa itu??






Iya benar,




Perasaan kesepian.



Jakarta, 05 jun 09


Dimana kamu belahan hatiku?:)

Rabu, 03 Juni 2009

Tanda Tanda Kiamat Yang Menakjubkan

1. Menggembungnya bulan telah bersabda Rasulullah saw : "di antara sudah mendekatnya kiamat ialah menggembungnya bulan sabit(awal bulan)"dishahihkan� AlBaani di Ash Shahihah nomor 2292 dalam riwayat yang lain dikatakan "di antara sudah dekatnya hari kiamat ialah bahwa orang akan melihat bulan sabit seperti sebelumnya, maka orang akan mengatakan satu bentuk darinya untuk dua malam dan masjid akan dijadikan tempat untuk jalan jalan serta meluasnya mati mendadak" (Ash Shahiihah AlBani 2292)

Menakjubkan ... satu bulan sabit dihitung dua kali !!!, sekarang ummat islam hampir selalu bertengkar menentukan bulan sabit untuk ramadhan, syawal dan idhul adha .. antar ru'yat tidak sama cara melihatnya , antar hisab berbeda cara menghitungnya .... shodaqo rasuuhul kariim

2. Tersebarnya banyak pasar rasuluillah bersabda : "Kiamat hampir saja akan berdiri apabila sudah banyak perbuatan bohong, masa(waktu) akan terasa cepat dan pasar pasar akan berdekatan (karena saking banyaknya)" (sahih Ibnu Hibban)

Lihatlah sekarang, pasar ada dimana mana, mall semakin banyak, supermarket di mana mana ....

3. Wanita ikut bekerja seperti laki laki rasulullah bersabda : "pada pintu gerbang kiamat orang2 hanya akan mengucapkan salam kepada orang yang khusus (dikenal) saja dan berkembangnya perniagaan sehingga wanita ikut seperti suaminya (bekerja/berdagang)" Hadist Shahih lighairihi Ahmad

Sekarang karena emansipasi wanita, wanita yang bekerja sudah banyak betul ... shodaqo rasuuhul kariim

4. Banyaknya Polisi rasululah bersabda : "bersegeralah kamu melakukan amal shalih sebelum datang 6 perkara : pemerintahan orang orang jahil, banyaknya polisi, penjual belian HUKUM atau JABATAN, memandang remeh terhadap darah, pemutusan silaturrahim, adanya manusia yang menjadikan al qir'an sebagai seruling dimana mereka menunjuk seorang imam untuk sholat jamaah agar ia dapat menyaksikan keindahannya dalam membaca Al QUr'an meskipun ia paling sedikit ke-Faqihannya." Musnad Ahmad, At Thabrani, Ash Shaihhah AlBani 979

5. Manusia akan bermegah megah dalam membangun masjid rasulullah bersabda "tidak akan beridir kiamat hingga mansia berbangga bangga dengan masjid" (hadist sahih musnad Ahmad3:134,145, An Nasa'i 2:32, Abu Dawud 449,Ibnu Majah 779) padahal rasulullah dilain tempat berkata "saya tidak diutus untuk menjulangkan masjid masjid" (sahih sunan abu dawud:448)

subhanallah, masjid masjid seakarang megah betul .. indah benar

6. Menjadi pengikut tradisi Yahudi dan Nasrani telah berkata rasulullah : "Sungguh kamu akan mengikuti jalan hidup orang orang sebelum kamu,sejengkal demi sejengkal , sehasta demi sehasta (tanpa berbeda sedikitpun) sehingga walaupun mereka masuk ke lubang biawak, maka kamu akan masuk juga" Sahabat bertanya : wahai rasulullah, apakah kaum yang akan kami ikuti tersebut adalah kaum Yahudi dan Nasrani ?, maka Nabi menjawab : Siapa Lagi (kalau bukan mereka) ?

shodaqo rasuuhul kariim ... ummat sudah menjadi pengikut barat ... peringatan tahun baru, valentin day, peringatan ulang tahun, pengagum demokrasi, HAM, hukum positif dan sebagainya ...

7. Irak diboikot dan makanan ditahan darinya rasulullah bersabda : "hampir saja tidak boleh dibawa makanan ke negeri Irak secupak(qafizh) makanan atau sebuah dirham, kami(sahabat) bertanya Orang orang ajam(non arab) kah yang melakukan ini ? kemudian beliau berkata : "hampir saja tidak dibawa makanan atau sebuah dinar kepada penduduk syam(palestina, syiria , libanon , yordandan sekitarnya) kemudian sahabat bertanya "siap yang melakukan itu ya rasulullah ? " orang orang RUM(Romawi : Amerika-Eropa)

Sebenarnya ini adalah tanda yang paling menakjubkan, karena sampai sekarang irak telah diboikot oleh Amerika semenjak perang teluk dan syam telah menderita kekuarangan makanan, palestina di jajah israel yahudi ..dan .. setelah terkepungnya irak dan syam ini .. dan setelah terjadinya peperangan dhasyat di PALESTINA maka akan muncullah tanda tanda besar kiamat berupa munculnya Imam Mahdi, Keluarnya
Dajjal dan turunnya Isa Al Masih

8. Turki akan memerangi Irak rasulullah bersabda : "sekelompok manusia dari ummatku akan turun di suatu dataran rendah yang mereka namakan dengan Bashrah pada tepi suatu sungai yang bernama Dajlah. Dan apabila telah datang akhir zaman datangkah Bani Qanthura (mereka adalah orang orang turki) yang bermuka lebar dan bermata kecil sehingga mereka turun pada tepi sungai itu, maka terpecahlah penduduknya menjadi 3 kelompok, yang satu sibuk mengikuti ekor ekor sapi mereka(sibuk mengurusi harta benda) dan mereka akan hancur, dan satu kelompok dari mereka akan memperhatikan diri mereka sendiri dan mereka itu telah kafir, dan satu kelompok dari mereka akan menjadikan anak cucu mereka di belakang mereka kemudian mereka berperang, itulah para syuhada" (hadits hasan diriwayatkan Ahmad dan Abu Dawud(4138)

Pada bulan mei 1997 dahulu orang orang turki telah mulai memancing mancing permusuhan dengan irak dan mereka membangkitkan masalah masalah yang dibuat buat sekitar masalah air di sungai Eufrat dan orang orang turki itu membuat kesepakatan dengan orang orang israel dan amerika dan melakukan latihan militer bersama dengan tujuan penyerangan irak, iran dan syiria, dan waktu itu juga Turki menyerang bagian irak utara dengan alasan untuk menghjajar suku kurdi .. kita tunggu saja apa yang akan terjadi nanti ..

9. Bumi Arab akan kembali menjadi kebun kebun dan sungai sungai telah bersabda rasulullah : "tidak akan berdiri hari kiamat hingga harta akan banyak melimpah dan sehingga bumi arab kembali menjadi kebun kebun dan sungai sungai" � (Ahmad dan Muslim)

Dan negeri arab saat ini telah menjadi kebun !! dan banyak nya sungai .. didaerah tha'if bahkan telah turun butiran es dan musim haji kemarin susuhu dingin kira kira 5 derajat celcius ... tidak lagi panas

10. Peperangan dengan Yahudi : tidak terjadi kiamat hingga orang orang berperang dengan� Yahudi, dan orang orang Yahudi bersembunyi dibawah batu dan pohon, lalu batu dan pohon itu berkata kepada orang orang islam " di sini ada Yahudi, maka bunuhlah ia" (Fathul Bari', Al Manaqib, Al Hafiz Ibnu Hajar)


Sumber: Official Blog Bengkel Rohani

Kamis, 30 April 2009

Resep Ayam Panggang

bahan:
1 ayam utuh yang isi perutnya udah kosong (beli di carrefour ada kok)
5 bawang putih, iris halus
1/2 butter elle n vire yang unsalted (alternatif pake blue band juga boleh tapi nanti garam dikurangin)

5 pcs streaky bacon (kl yang ga boleh babi diganti ham sapi juga bisa)
2 lemon
3 sdm penuh daun thyme kering (fresh lebih bagus)
1 sdm penuh daun rosemary kering (fresh lebih bagus)
3 kentang potong sesuai selera
5 wortel potong sesuai selera

cara membuat:

1. cuci ayam sampai bersih trus keringin
2. parut kulit jeruk lemon, campur dengan butter, bawang putih, rosemary dan thyme, tambahkan garam dan lada sesuai selera.
3. masukan butter yang udah dicampur dengan bumbu2 tersebut di bawah lapisan kulit ayam, pelan2 jangan sampai kulitnya sobek.. agak dipijat2 sedikit dagingnya, untuk bagian paha boleh juga dipotong sedikit biar gampang, tapi jangan sampai putus...lalu potong jeruk lemon yang udah diparut tadi jadi 2 dan masukkan ke dalam perut ayamnya
4. panaskan oven sampai 180 derajat celcius, sambil tunggu oven panas rebus wortel dan kentang sampai 3/4 matang
5. setelah oven panas masukan ayam kedalam nya, gunakan pinggan tahan panas. panggang selama 10 menit. (kalau punya roaster yang bisa muter lebih baik lagi, tetap alaskan pinggan dibawahnya karena nanti butternya pasti lumer)
6. setelah rebusan kentang dan wortel selesai dan ayam telah dipanggang selama 10 menit, butter pasti sudah meleleh di pinggan, masukin tuh rebusan wortel dan kentang, trus panggang lagi selama 10 menit bersama ayamnya, boleh juga butter yang meleleh itu dioleskan lagi ke ayamnya biar bumbunya makin rata dan meresap.
7. angkat ayamnya taruh di piring bersama kentang dan wortel
8. sisa butter bisa dibuat gravy sauce dengan menambahkan garam dan lada serta wine, dan tepung untuk mengentalkan.

selamat mencoba

Resep donat Kentang :p

lagi pengen makan donat kentang niy..mo beli udah biasa, mending nyoba bikin sendiri aja deh, sekalian nambah ilmu juga, lagian hasilnya kan juga dapet lebih banyak..nyam…nyam…nyam…nyam.. :)

Bahan:
500 gr tepung terigu protein tinggi
50 gr susu bubuk
11 gr ragi instant
200 gr kentang, kukus, haluskan dan dinginkan
100 gr gula psir
75 gr mentega
½ sdt garam
4 btr kuning telur
100 ml air dingin

Cara membuatnya:

  1. Dalam wadah, campur tepung terigu, gula, susu bubuk, ragi instant, aduk rata, masukkan kentang halus ,tuang telur dan air dingin, uleni hingga rata dan setengah kalis.
  2. Beri mentega dan garam, uleni terus hingga kalis elastis. Istirahatkan 15 menit.
  3. Bagi adonan, masing-masing 50 gr, bulatkan. Diamkan 20 menit, hingga mengembang.
  4. Lubangi tengahnya, menjadi bentuk donat, segera goreng sampai kuning kecoklatan.
  5. Angkat, tiriskan. Taburi gula donat, atau hias dengan coklat

ohya ada juga niy tips sukses membuat donat kentang :

1. Siapkan semua bahan terlebih dahulu tanpa ada yg boleh ketinggalan satupun, meski garam sekalipun.

2. Ingat aturan bikin roti, ragi gak boleh ketemu garam dan atau mentega ya. Nanti raginya mati, gak mau mengembangkan adonan. Garam dan mentega masuknya setelah adonan setengah kalis.

3. Haluskan kentang sampai benar-benar halus, kalau perlu pake blender, supaya adonan bisa licin dan gak gradakan :)

4. Setelah Halus Dinginkan kentang sebelum dibuat Donat. Terus kalau tidak dalam keadaan dingiiiinnn…waaa.., raginya langsung mati deh.

5. Buat adonan hingga kalis elastis, ikuti step by step pada resep, hingga ketika dibulatkan permukaannya halus licin. Bulatan yang halus dan licin akan membentuk donat yang bulat cantik ketika digoreng/merekah.

6. Istirahatkan adonan lk. 20 s/d 30 menit (tergantung cuaca), tutup dengan plastik spy permukaannya tidak kering.

7. Lubangi bagian tengahnya menggunakan sumpit, buat gerakan memutar pada lubang donat ketika donat mulai digoreng dan merekah, agar bentuknya membundar cantik. Gerakan memutar (sentrifugal) akan membantu terbentuknya donat yang bundar.

8. goreng dengan panas sedang (supaya donat matang sempurna sampai kebagian dalam) Bila salah satu sisi sudah kuning kecoklatan, segera balik, teruskan menggoreng sampai kedua sisi coklat. Angkat. Tiriskan.

Kisah Tsabit Bin Ibrahim

Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh ke luar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah terbitlah air liur Tsabit, terlebih-lebih di hari yang sangat panas dan di tengah rasa lapar dan haus yang mendera. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang terlihat sangat lezat itu. Akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah apel itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya.

Maka ia segera pergi ke dalam kebun buah-buahan itu dengan maksud hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah apel yang telah terlanjur dimakannya.

Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja ia berkata, “Aku sudah memakan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya”. Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, “Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini.” Pengurus kebun itu memberitahukan, “Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalanan sehari semalam”. Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orangtua itu, “Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : “Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka.”

Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba disana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata, “Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu sudikah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?” Lelaki tua yang ada di hadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, “Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.” Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, “Apa syarat itu tuan?” Orang itu menjawab, “Engkau harus mengawini putriku !” Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, “Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang jatuh ke luar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu ?” Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, “Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang gadis yang lumpuh !” Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan semacam itu patut dia persunting sebagai isteri gara-gara ia memakan setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, “Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !” Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, “Aku akan menerima pinangannya dan perkawinannya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul ‘Alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta’ala”.

Maka pernikahanpun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum….” Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi menjadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu, dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya. Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. “Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada di hadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula”, kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya ? Setelah Tsabit duduk disamping istrinya, dia bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa ?” Wanita itu kemudian berkata, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah”. Tsabit bertanya lagi, “Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?” Wanita itu menjawab, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan?” tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata, “aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya mengunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta’ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta’ala”.

Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang akan memelihara dirinya dan melindungi hak-haknya sebagai suami dengan baik. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, “Ketika kulihat wajahnya……Subhanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap”.

Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik rupawan itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit.


http://sigitsetiawan.wordpress.com/category/cerita-islam/

Sabtu, 18 April 2009

Ma’mum Masbuq

Assalamu’alaikum wr. Wb.

  • Kalau kita ketinggalan al-Fatihah itu dihitung satu rekaat atau tidak?
  • Kalau kita masbuk, tetapi kita masih sempat mendapatkan rukuk itu terhitung satu rekaat atau tidak?

Saya pernah membaca buku kalau kita masih mendapatkan ruku’ terhitung satu rekaat, mana yang benar ustadz? (Zhie-Fa X4 SMA)

Jawab;

Wa’alaikumussalam wr. wb

1- Ulama’ telah sepakat bahwa Fatihah adalah rukun, sehingga setiap orang harus membaca al-Fatihah. Tetapi jika seseorang manjadi makmum sedangkan imam membaca dengan jahr, maka ada perbedaan di kalangan ulama’

a. Makmum tidak boleh membaca sama sekali, baik al-Fatihah amaupun surat, baik mendengar bacaan imam ataupun tidak, sebagaimana pendapat madzhab Hanafi, berdasarkan sabda nabi saw.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ كَانَ لَهُ إِمَامٌ فَإِنَّ قِرَاءَةَ الإِمَامِ لَهُ قِرَاءَةٌ .

Dari Jabir, berkata; Rasullah saw bersabda, barangsiapa memiliki imam, maka sesungguhnya bacaan imam adalah bacaan baginya (Ibnu Majah)

b. Makmum wajib membaca al-Fatihah, baik mendengar bacaan imam atau tidak, sebagaimana pendapat Imam asy-Syafi’i, berdasarkan hadis

فَلاَ تَقْرَءُوا بِشَىْءٍ مِنَ الْقُرْآنِ إِذَا جَهَرْتُ إِلاَّ بِأُمِّ الْقُرْآنِ

Janganlah kalian membaca sesuatu dariayat al-Qur’an, jika aku membaca dengan jahr (keras) melainkan Ummul Qur’an (al-Fatihah)

c. Makmum wajib membaca al-Fatihah kalau tidak mendengar bacaan imam, kalau ia mendengar bacaan imam, ia tidak boleh membaca, sebagaimana pendapat madzhab Ahmad dan Malik. Berdasarkan kepada ayat dan hadis-hadis berikut:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآَنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (al-A’raf:204)

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ كَانَ لَهُ إِمَامٌ فَإِنَّ قِرَاءَةَ الإِمَامِ لَهُ قِرَاءَةٌ .

Dari Jabir, berkata; Rasullah saw bersabda, barangsiapa memiliki imam, maka sesungguhnya bacaan imam adalah bacaan baginya (Ibnu Majah)

إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا

Dijadikannya imam adalah untuk diikuti, apabila ia bertakbir maka bertakbirlah, apabila ia membaca maka dengarkanlah (Ibnu Majah)

عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ أَنَّهُ سَأَلَ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ عَنْ الْقِرَاءَةِ مَعَ الْإِمَامِ فَقَالَ لَا قِرَاءَةَ مَعَ الْإِمَامِ فِي شَيْءٍ

Dari Atha’ bin yasar, bahwasannya ia bertanya kepada Zaid bin Tsabit tentang bacaan di belakang imam, maka ia (Zaid) menjawab, Tidak ada bacaaan apapun bersama dengan imam (HR Muslim)

عَنْ أَبِى وَائِلٍ : أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ ابْنَ مَسْعُودٍ عَنِ الْقِرَاءَةِ خَلْفَ الإِمَامِ فَقَالَ : أَنْصِتْ لِلْقُرْآنِ ، فَإِنَّ فِى الصَّلاَةِ شُغْلاً ، وَسَيَكْفِيكَ ذَاكَ الإِمَامُ.

Dari Abu Wa’il, bahwa seseorang bertanya kepada Ibnu Mas’ud tentang bacaan dibelakang Imam, maka ia menjawab, diamlah karena al-Qur’an karena sesunguhnya di dalam shalat itu ada urusan (kesibukan), dan akan cukup bagimu bacaan imam itu (al-Baihaqi)

Pendapat yang paling kuat di antara ketiga pendapat di atas, jika seorang makmum mendengar bacaan imam, maka ia cukup mendengarkan bacaan saja, tidak usah membaca al-Fatihah. Tetapi jika ia tidak mendengar bacaan imam maka ia wajib membaca al-Fatihah sendiri.

Berdasarkan kesimpulan di atas, seorang masbuq yang tidak mendengar Imam membaca surat al-Fatihah, tetap sah untuk dihitung satu rekaat, selama ia mendengar bacaan imam. Kalau ia tidak mendengar bacaan imam, maka ia wajib membaca sendiri.

2- Terjadi perbedaan pendapat di antara Ulama’ tentang masalah orang masbuq ketika jama’ah dalam keadaan ruku’ lalu ia mengikuti ruku’ tersebut, apakah ia mendapat satu rekaat atau tidak?

Pertama, Sebagian ulama’ mengatakan mendapatkan satu rekaat dengan alasan hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari,

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّهُ انْتَهَى إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ رَاكِعٌ فَرَكَعَ قَبْلَ أَنْ يَصِلَ إِلَى الصَّفِّ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ زَادَكَ اللَّهُ حِرْصًا وَلَا تَعُدْ

Abi Bakrah At Tsaqafi pada suatu hari dia datang ke mesjid (untuk mengerjakan shalat) sedangkan Nabi sedang ruku’, lantas ia ruku’ sebelum sampai ke dalam shaf kemudan masuk ke dalam shaf, maka Nabi bersabda kepadanya : “Semoga Allah menambahmu motifasi dan jangan kamu ulangi.” (HR al-Bukhari)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ أَدْرَكَ الرُّكُوعَ مِنَ الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَلْيُضِفْ إِلَيْهَا أُخْرَى وَمَنْ لَمْ يُدْرِكِ الرُّكُوعَ مِنَ الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ فَلْيُصَلِّ الظُّهْرَ أَرْبَعًا

Dari Abu Hurairah, barangsiapa yang mendapatkan ruku’ pada rekaat terakhir pada hari Jum’at maka hendaklah menambah satu rekaat, dan barangsiapa tidak mendapatkan ruku’ pada rekaat terakhir maka hendaklah shalatlah shuhur empat rekaat (HR ad-Daruquthni)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنْ الصَّلَاةِ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلَاةَ

Dari Abu Hurairah bahwa rasulullah saw bersabda, barangsiapa yang mendapatkan satu rekaat dari suatu shalat maka ia telah mendapatkan shalat (HR al-Bukhari)

Pendapat kedua,

Menyatakan bahwa ma’mum masbuq yang mendapati imam ruku’ tidak dianggap mendapatkan satu rekaat. Dengan alasan;

a- Keumuman perintah membaca al-fatihah, di dalam hadis.

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Dari ubadah bin Shamit, dari Nabi saw, Tidak ada (sah) shalat bagi orang yang tidak membaca al-fatihah (at-Tirmidzi)

Satu rekaat terdiri dari takbiratul ihram, berdiri, membaca al-Fatihah, ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud dan sujud yang kedua. Ketika seseorang mendapati imam ruku’ maka ia telah tertinggal berdiri dan bacaan al-Fatihah bersama imam. Padahal kedua hal itu termasuk rukun shalat. Di dalam sebuah rangkaian rekaat jika seseorang tidak membaca al-Fatihah atau mendapatkan bacaan imam maka dianggap tidak sah rekaat tersebut dan harus diulangi.

b. Pemahaman kata rekaat di dalam hadis “siapa yang mendapatkan satu rekaat” adalah orang yang biasa mengikuti imam satu rekaat lengkap, mulai berdiri, bacaan, hingga sujud yang kedua.

c. Di dalam hadis yang menceritakan tentang kasus yang dialami oleh Abu Bakrah, tidak ada keterangan bahwa Abu Bakrah tidak melengkapi rekaat yang tertinggal atau tidak. Maka larangan mengulangi yang dikemukakan oleh Rasullah pun masih bisa difahami dengan pemahaman lain, yaitu larangan untuk terburu-buru mengikuti imam sebelum sampai ke dalam shaf.

d. Sedangkan hadis Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh ad-Daruquthni, adalah dla’if, sebab di dalam sanadnya ada soerang rawi yang bernama Sulaiman bin Abu Dawud al-Harrani, dia dinilai munkar oleh Imam al-Bukhari, Abu Hatim pun mendla’ifkannya, demikian pula ahli hadis yang lain. maka hadis itu tidak bisa menjadi dasar hukum

Agar Sholat Malam Terasa Mudah

Shalat malam adalah sebuah ketaatan yang berat, untuk bisa menjalankannya dibutuhkan usaha keras dan kemauan yang kuat. Adapun kiat-kiat agar kita merasa ringan dalam menjalankan shalat malam, bisa dibagi menjadi usaha dhahiriyyah dan usaha bathiniyyah

Yang dimaksud dengan usaha dahiriyaah adalah melakukan upaya-upaya terhadap faktor-faktor luar diri kita agar mendukung keinginan kita untuk mudah bangun malam, di antaranya adalah

1-Menghindari terlalu banyak makan dan minum, sebab orang yang kebanyakan makan dan minum akan mudah merasa ngantuk. hingga dengan mudah terserang kantuk dan amat berat untuk bangun. Umar bin Khotob ra berkata, “Jauhilah olehmu perut kenyang karena sesungguhnya itu yang memberatkan hidup kalian dan yang menyebabkan busuk ketika mati.” Sedangkan Luqman pernah memberi nasihat kepada anaknya, “Wahai anakku, jika perut sudah penuh maka pikiran akan tidur dan anggota badan kalian akan lemah untuk beribadah.”

2- Tidak terlalu memforsir tenaga di siang harinya dengan pekerjaan-pekerjaan yang melelahkan sehingga melemahkan anggota badan, sedang hasilnya adalah terlelapnya diri dalam tidur berlebihan di malam harinya.

3-Membiasakan tidur di tengah siang (Qoilulah) meskipun hanya sebentar, semua itu guna menjaga stamina dalam mengerjakan sholat malam. Sabda Rasulullah saw

اسْتَعِينُوا بِطَعَامِ السَّحَرِ عَلَى صِيَامِ النَّهَارِ وَبِالْقَيْلُولَةِ عَلَى قِيَامِ اللَّيْلِ

“Mohonlah pertolongan (kepada Alah) dengan makan sahur untuk puasa di siang hari, dan (mohonlah pertolongan kepada Allah ) dengan tidur di siang hari untuk qiyamullail (bangun beribadah di malam harinya).”

4-Menjauhi perbuatan maksiat karena akan mengeraskan hati dan menghalangi datangnya Rahmat. Orang yang memiliki dosa tidak akan bergairah untuk sholat malam dan. Ada seseorang bertanya kepada Hasan al-Basri, ” Wahai Aba Sa’id, semalam saya tidak disibukkan apapun dan saya sangat senang melaksanakan sholat malam serta mempersiapkan diri dengan berwudlu’ sebelum tidur , namun kenapa saya tidak bisa bangun dimalam hari ? beliau menjawab, “Sebab kamu masih membawa dosa.”

5- Memakan makanan halal, dan menjauhi makanan haram (yang dilarang). jika seorang hamba senantiasa memelihara dengan teliti akan kehalalan makanan yang akan dimakannya maka dia akan ringan dalam mengerjakan sholat malam. Sahl bin Abdillah at-Tastary rh berkata, “Barang siapa yang makan makanan halal maka secara otomatis dia cenderung beramal untuk taat kepada Allah.

Adapun yang dimaksud dengan usaha bathiniyyah adalah memperkuat aspek dasar di dalam diri kita agar muncul keinginan yang kuat untuk melakukan shalat malam. Di antaranya adalah;

1- Memahami dan memikirkan keutamaan–keutamaan sholat malam melalui pemahaman terhadap ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits serta kisah-kisah yang terserat di dalamnya. Pemahaman terhadap keutamaan itu akan mendorong seseorang untuk mengerjakan sholat malam dan merasa mudah dalam mengerjakannya.
2- Menanamkan rasa takut menghadapi pedihnya siksa di akherat kelak. Orang yang mampu menanamkan rasa takut ini maka dia akan ringan meninggalkan tidurnya di atas ranjang, dan digantinya dengan bermunajat kepada rabbnya agar diselamatkan dari siksa yang mengerikan.

Allahu a’lam bish-shawab


http://www.assalaam.or.id/forum-santri/ibadah/402-agar-sholat-malam-terasa-mudah.html