Sabtu, 18 April 2009

Lewat Di Depan orang Shalat

Seseorang tidak boleh lewat di depan orang yang sedang shalat, antara tempat ia shalat dengan sutrah (batas tempat sujud). Jika nekat dan dilakukan dengan sengaja, maka hukumnya adalah haram, berdasarkan kepada hadis;

لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيْ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ

Kalau seandainya orang yang lewat di depan orang shalat mengetahui (keburukan) apa yang dia dapatkan maka berdiri menanti empat puluh lebih baik baginya daripada lewat di depannya (HR al-Bukhari dan Muslim)

Makna hadis ini adalah lewat didepan orang shalat, antara tempat berdiri orang yang shalat dengan sutrah (batas sujud). Jika orang yang shalat tidak menggunakan sutrah, maka ia lewat di tempat yang dibutuhkan untuk shalat (harimush-shalat). Sebagian ulama’ berpendapat, sejauh tiga hasta.

Tetapi jika seseorang lewat di luar sutrah, maka ulama’ sepakat tidak ada dosa baginya.

إِذَا وَضَعَ أَحَدُكُمْ بَيْنَ يَدَيْهِ مِثْلَ مُؤْخِرَةِ الرَّحْلِ فَلْيُصَلِّ، وَلاَ يُبَالِ مَنْ مَرَّ وَرَاءَ ذَلِكَ

“Apabila salah seorang dari kalian meletakkan semisal dengan mu`khiratur rahl (seukuran pelana onta) di hadapannya maka silakan ia shalat dan jangan memedulikan orang yang lewat di belakang sutrahnya tersebut.” (HR. Muslim)

Atau, orang yang shalat berjama’ah, terpaksa harus lewat didepan makmum karena ada udzur maka hukumnya boleh

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ أَقْبَلْتُ رَاكِبًا عَلَى حِمَارٍ أَتَانٍ وَأَنَا يَوْمَئِذٍ قَدْ نَاهَزْتُ الِاحْتِلَامَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِالنَّاسِ بِمِنًى إِلَى غَيْرِ جِدَارٍ فَمَرَرْتُ بَيْنَ يَدَيْ بَعْضِ الصَّفِّ فَنَزَلْتُ وَأَرْسَلْتُ الْأَتَانَ تَرْتَعُ وَدَخَلْتُ فِي الصَّفِّ فَلَمْ يُنْكِرْ ذَلِكَ عَلَيَّ أَحَدٌ

Dari Abdullah bin Abbas ra ia berkata :“Saya datang dengan mengendarai keledai dan saat itu saya sudah ihtilam (baligh) dan Rasulullah saw sedang melaksanakan shalat bersama orang-orang di Mina. Maka saya melewati bagian depan shaf, kemudian saya turun, kemudian saya membiarkan keledai makan rumput dan saya masuk ke dalam shaf dan tidak ada seorang pun yang mengingkari (melarang) perbuatanku tersebut” (HR. Al-Bukhari)

Karena lewat di depan orang shalat itu sebuah tindakan maksiat, dan termasuk kemunkaran, maka bagi orang yang sedang shalat dan di depannya ada orang yang lewat, ia harus mencegahnya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw;

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيُصَلِّ إِلَى سُتْرَةٍ وَلْيَدْنُ مِنْهَا وَلاَ يَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ فَإِنْ جَاءَ أَحَدٌ يَمُرَّ فَلْيُقَاتِلْهُ فَإِنَّهُ شَيْطَانٌ

Dari Abu Sa’id, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, Apabila salah seorangdi antara kalian shalat hendaklah shalat menghadap kepada sutrah, dan mendekat kepadanya, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya, apabila seseorang datang lewat di depannya, hendaklah ditolak dengan sekuat tenaga, karena sesungguhnya ia adalah syetan. (HR Inu Majah dan Malik)


http://www.assalaam.or.id/forum-santri/ibadah/412-lewat-di-depan-orang-shalat.html

Bersahabat Yang Islami

Bersahabat yang baik dalam islam adalah persahabatan yang dilandasi dengan keimanan kepada Allah untuk menetapi jalan Allah. Maksudnya, dua orang menjalin persahabatan karena mereka sama-sama beriman kepada Allah. Mereka bersahabat karena melihat kawannya itu taat kepada Allah. Lalu mereka berusaha agar persahabatan itu untuk bisa senantiasa meningkatkan ketaatan dan semakin menjauhi maksiat kepada Allah.

Persahabatan yang dilandasi dengan semangat karena Allah ini memiliki keutamaan yang sangat banyak. Di antara riwayat yang menyebutkan keutamaan bersahabat karena Allah adalah;

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ

Sesungguhnya orang mukmin kepada mukmin yang lainnya seperti satu bangunan, sebagiannya akan menguatkan sebagian yang lain. dan Beliau saw menyilangkan jari jemarinya (HR al-Bukhari)

إِنَّ الْمُتَحَابِّينَ لَتُرَى غُرَفُهُمْ فِي الْجَنَّةِ كَالْكَوْكَبِ الطَّالِعِ الشَّرْقِيِّ أَوْ الْغَرْبِيِّ فَيُقَالُ مَنْ هَؤُلَاءِ فَيُقَالُ هَؤُلَاءِ الْمُتَحَابُّونَ فِي الله عَزَّ وَجَلَّ.

Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai akan tampak kamar-kamar mereka di dalam sorga seperti bintang-bintang yang terbit di sebelah timur atau barat, lalu orang-orang bertanya, ”Siapakah mereka itu?”, Pertanyaan itu dijawab, ”Mereka itu adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah” (HR Ahmad)

Agar kita bisa membina persahabatan dengan sesama mukmin dengan baik, rasulullah saw telah mengajarkan beberapa hal, di antaranya;

1- Menunaikan hak-hak persaudaraan dalam masalah harta;


وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ [الحشر: 9].

dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. (al-Hasyr:9)

2- Mengunjunginya karena Allah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله : «مَنْ عَادَ مَرِيضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي الله، نَادَاهُ مُنَادٍ: أَنْ طِبْتَ، وَطَابَ مَمْشَاكَ، وَتَبَوَّأْتَ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا».

Dari Abu Hurairah, berkata; Raslullah saw bersabda, Barangsiapa menengok orang sakit, atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka ia akan dipanggil oleh seorang penyeru, bahwa engkau telah berbuat baik, dan baik perjalananmu, dan engkau telah siapkan tempat tinggal di sorga (HR at-Trirmidzi)

3- Mencintainya seperti mencintai dirinya sendiri

عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ قَالَ: «لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ».

Dari Anas ra, dari Nabi saw bersabda; tidak beriman seorang di antara kalian hingga mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya (HR al-Bukhari)

4- Mendo’akannya, baik ketika masih hidup maupun ketika sudah meninggal.

عن أم الدَّرْدَاءِ قَالَتْ حَدَّثَنِي سَيِّدِي أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ الله يَقُولُ : «مَنْ دَعَا لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِى ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ : آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ».

Dari Ummu ad-Darda’, ia berkata, tuanku pernah menceritakan kepadaku bahwa dia mendengar Rasulullah saw bersabda, barangsiapa berdo’a kepada saudaranya dengan tanpa diketahuinya, maka malaikat yang ditugasi untuk mengabulkan do’a akan berkata, Amin (semoga dikabulkan) dan bagimu yang sepertinya juga (HR Muslim)

5- Memelihara hak-hak umum persaudaraan Islam, seperti yang disebutkan oleh Rasulullah saw

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: قِيلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُولَ الله؟ قَالَ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ الله فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ».

Hak muslim atas muslim ada enam, para shahabat bertanya, Apa saja enam itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab, ”Jika engkau bertemu ucapkanlah salam, dan jika dia mengundangmu, maka datangilah, dan jika ia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah, dan jika ia bersin lalu mengucap alhamdulillah maka do’akanlah, jika dia sakit maka tengoklah, dan jika ia meninggal maka antarkanlah (HR Muslim)

sudahkah kita bersahabat secara islami??


http://www.assalaam.or.id/forum-santri/ijtimaiyah/407-bersahabat-yang-islami.html

tolong aku

Bagaikan gunung yang memendam penat dan gemuruh didalam dirinya, itulah aku.
setinggi-tinggi dan segagah-gagahnya gunung berdiri, dan memendam segala gemuruh yang selama ini dipendamnya dalam diri,
ingin rasanya gunung itu berbagi apa yang dirasanya kepada yang lainnya.
begitu pun aku, aku juga ingin mencurahkan apa yang ada dalam diri ini, tapi kenapa tak ada yang mau mendengar?

aku merasakan sedang berdiri sangat jauh dengan-Mu ya Rabb.
tolong aku

Jumat, 10 April 2009

Apa yang terjadi dengan pemilu 2009??

Seluruh rakyat indonesia telah menunggu dari jauh-jauh hari perayaan pesta demokrasi Indonesia, dan sudah "memantau", "mengira-ngira" dan banyak pertimbangan maupun persiapan untuk pemilu tanggal 9 april'09 yang telah lewat lalu.
namun apa yang terjadi?
Sangat banyak orang yang tidak terdaftar dalam DPT pemilu legislatif kemarin?
di televisi pun banyak laporan mengenai ketidak siapan KPU dalam pemilu kali ini?
mulai dari tertuarnya surat suara, keadaan keamanan yang tidak kondusif, kacau balaunya DPT, sampai hal-hal yang sangat penting.

saya hanya berkapasitas untuk menanggapi, bukan ceramah bahkan menggurui.
Bukan pula menyalahkan sepenuhnya pihak yang bertanggung jawab dengan ini semua, tapi dilihat dari awal tahun 2009 saja, persiapan untuk pemilu ini kaya SKS (Sistem Kebut Semalam), saat para parpol gembar gembor meributkan DPT yang Pilkada Jatim yang carut marut serta menyangsikan DPT untuk pemilu legislatif ini, Barulah pihak-[ihak bergerak untuk "mengecek" itupun kurang lebih seminggu sebelum hari H.

biasanya sudah dari jauh-jauh hari ada sensus untuk pemilu, dan itu lebih realistis menurut saya, karena nama-nama pemilih didaftarkan lagi dengan keadaan yang sekarang berlaku, bukan menggunakan "Daftar Bekas", sehingga orang-orang yang telah meninggal tidak tercantum lagi.

yach, wallahu'alam semoga ini dapat membawa perubahan yang berarti dan semoga tidak menimbulkan masalah dikemudian waktu, amin.

Kamis, 02 April 2009

Coba kita renungkan

perjalanan ini terasa sangat menyedihkan sayang engkau tak duduk di sampingku kawan banyak cerita yang mestinya kau saksikan di tanah kering berbatuan ho ho ho ... ho ho ho ...
tubuhku terguncang dihempas batu jalanan hati tergetar menambah kering rerumputan perjalanan ini seperti jadi saksi gembala kecil menangis sedih ho ho ho ... ho ho ho ...
kawan coba dengar apa jawabnya ketika kutanya mengapa bapak ibunya telah lama mati ditelan bencana tanah ini sesampainya di laut kukabarkan semuanya kepada karang kepada ombak kepada matahari tetapi semua diam tetapi semua bisu tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
barangkali di sana jawabnya mengapa di tanahku terjadi bencana mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa dosa atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang ho ho ho ... ho ho ho ... _SURAT UNTUK SAHABAT_Ebiet G.Ade_
Pasti semua tau lagu ini, mungkin sekedar mendengar dari cuplikan berita di TV, diradio atau memang ng-Fans sama kang Ebiet..
Yah, Lagu ini yang begitu menyayat hati buatku dan mungkin juga lainnya.
lagu yang menjadi "lagu wajib" saat negara dan bangsa ini ditimpa bencana atau musibah yang begitu menyakitkan.
mulai dari Tsunami di Aceh, Gunung meletus, kecelakaan transportasi, sampai yang paling dekat saat ini adalah tragedi jebolnya tanggul di Situ Gintung.
Syair demi syair yang dituliskan dalam lagu tersebut, melukiskan betapa sedih yang tak dapat dibayarkan..
Wallahu'alam, hendak berpesan apa Allah SWT pada hamba-hambaNya?
Teguran kah ini atas segala kelalaian dankerusakan yang dilakukan kita manusia dan makhlukNya?
atau Cobaan kah untuk menguji seberapa besar ketakwaan kita kepadaNya?
mungkin kita lalai, mungkin ini merupakan serangkaian kesalahan kita yang akhirnya Allah menginginkan kita menjadi lebih baik dari segala peristiwa ini?
Pagi itu, saat sang mentari belum penuh menampakan sinarnya
Saat wajahnya masih malu-malu dilangit Tanggerang dan Jakarta
Saat adzan subuh baru selesai dikumandangkan
Dan sebagian besar warganya belum genap terbangun dari lelapnya tidur semalam.
Air yang tadinya tenang dan menenangkan dengan pemandangan indah nan asri.
berubah murka dalam seketika..
Dalam sekejap tanggul kokoh itu, yang menjadi tempat berlindungnya ratusan bahkan ribuan orang meledak dan pecah..
Jutaan ton kubik air menerjang, menghancurkan, merenggut dan meluluh lantahkan apapun yang ada disekitanya.
tak peduli anak-anak, lansia, wanita hamil, remaja dan hewan-hewan diterjang dan disapu dalam jangka waktu sepersekian menit bahkan detik.
Jum'at pagi itu berubah menjadi jum'at kelabu,
jum'at kelabu di Situ Gintung..
Dalam waktu beberapa jam setelah kejadian, mayat-mayat banyak bergelimpangan dimana-mana..
Tersangkut dipohon, terhanyut aliran sungai, tertimbun tumpukan sampah, tertimbun lumpur dan terjebak didalam rumahnya.
Ya Rabb, ujian atau azab kah ini??
Rumah indahku berubah jadi kuburan sementaraku??

Silahkan kita renungi dan ambil ibrah dari semua kejadian ini. Jangan sampai nyawa tak berdosa kembali terenggut karena kesalahan kita.

Inalillahi wa inailaihi roji'un

Selasa, 10 Maret 2009

dari seorang pengkhianat


Saat seseorang bertanya dan lebih tepatnya mengetesku dengan pertanyaan- pertanyaannya yang pada akhirnya ingin menjatuhkan. Apa yang harus aku lakukan? Dalam teori, mungkin aku bisa dan sedang belajar sedikit demi sedikit apa yang ada dalam teori itu. namun itulah caraku untuk memahami apa yang terjadi pada hidup dan kehidupanku ini.

Saat seseorang mengujiku dengan maksud ingin menyalahkan perbuatanku dan mempertanyakan diriku yang banyak mengecewakannya, dan aku hanya dapat terdiam, dan pura-pura bodoh serta tidak mengerti dengan apa yang ia katakan, padahal dia tak tau aku sedang menangis setelah cukup banyak luka yang dia bongkar.

Saat diri ini butuh berbagi, butuh teman dan pertolongan, namun tak ada yang mau menolongku. bahkan dia pun selalu menolakku, menghindariku, bahkan terus menjadi beban dihatiku, namun saat ini dia yang berbalik menudingku sebagai seorang pengkhianat.

aku bukan dia yang selalu membuatmu tertawa karena kepolosannya, karena sikap menerimanya, aku juga bukan dia ytang begitu kau kagumi prinsipnya, dan aku bukan dia yang negitu kau sayangi karena kemanjaannya.
karena aku tetaplah aku yang keras dan selalu kalah saat kau tantang untuk bersaing. aku yang terlihat begitu kuat dan ternyata rapuh saat melawanmu. namun aku tetaplah aku yang juga ingin kau mengerti.
aku juga bukan dia yang selalu patuh dan tertawa agar terlihat baik dihadapan orang lain..
aku hanyalah orang yang ingin menjadi sebuah arti dalam hidup orang lain dan dapat menjadi senyuman bagi kedua orangtuaku, ,aku yang selama ini selalu kau pojokan , yang selama ini begitu kau benci dan selalu sabar menunggumu, dan ternyata aku hany asedang menunggu kebodohan..

semua ini kutulis dengan berjuta kesakitan yang mungkin tak akan oernah kau rasakan, dan kuberharap tak akan pernah kau merasakannya. dan kuberharap kau bahagia disana.

wish u the best

Rabu, 04 Maret 2009

Mutiara Hikmah di Senja Hari

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Saudaraku, Sudahkah kita bersyukur dengan mata yang Allah berikan pada kita?

Sudahkah kita bersyukur dengan tangan yag Allah berikan pada kita?

Sudahkah kita bersyukur dengan hidung yang kita miliki?

Sudahkah kita bersyukur dengan kehidupan yang Allah berikan pada kita?

Sore ini, Sepulang kuliah disebuah angkot yang berisikan aku dan hanya supirnya saja. Saat melintasi, sebuah komplek perkantoran dikawasan Fatmawati, jakarta selatan.Naiklah seorang wanita bertubuh gemuk, sama sepertiku. Tapi kulihat dia begitu cantik, aku melihat semua wanita cantik karena pasti didalam diri wanita semunya merupakan kecantikan yang dikaruniakan oleh-Nya. Saat iseng kuperhatikan tanganku yang besar, sedikit puti,namun seperti tak banyak terurus, kumengalihkan pandangan ke wanita itu. kulihat kulit tangannya begitu mulus, kukunya putih terawat, kulit tangannya walau tak putih namun sangat bagus menurutku.
Kualihkan pandanganku lagi ketanganku, didalam hati " Subhanallah, kulitnya mulus banget, kukunya juga terawat beda banget sama tanganku yang ada kapalannya". Kebetulan tangan wanita itu yang sebelah memegang ponselnya sambil ber-SMS, Gak ada yang anehkan?
Tapi, saat kuperhatikan lagi kulit tangan yang sebelah hampir sama dengan kulit tangan dan kuku yang ada ditanganku.Didalam hatipun aku terkejut, seraya beristighfar kepada Allah, mengapa aku tak mensyukuri nikmatnya selama ini??
Astaghfirullah, Tangan yang kulihat begitu indah dan mulus ternyata tangan palsu, dan wanita itu memiliki tangan yang kurang sempurna atau pernah mengalami sebuah peristiwa yang mengakibatkan itu terjadi. Sontak aku langsung memjamkan mataku, mencoba mengambil hikmah dari sedikitkejadian yang kualami selama beberapa menit disenja ini.

Saat wanita itu turun, dari kejauhan kumengucapkan kata "terima kasih,ukhti".Melalui dia kumendapatkan sebuah arti bahwa seperti apapun Allah memberikan kita kehidupan ini, baik fisik kita, kecerdasan kita, dan bahkan orangtua kita.maka inilah yang terbaik yang telah Allah gariskan untuk kita, karena Dialah yang Mahatau, yang Maha Berkehendak. Apa yang kita lihat selama ini baik,maka belum tentu baik pula dimata Allah, dan yang kita lihat selama ini buruk,belum tentu buruk dimata Allah.

Sungguh manusia berada dalam sebuah kerugian,jika tak mampu memetik segala hikmah kehidupan yang Allah SWT serakan dimuka bumi ini sebagai petunjuk Maha Agung-Nya.
Subhanallah..

Wassalamu'alaikum Wr. Wb